Purbaya Ungkap Kondisi Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Tekanan Global

Foto: RDP Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kondisi ekonomi RI 2026 dinilai tetap kuat di tengah tekanan global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya dampak signifikan terhadap ekonomi domestik Indonesia, terutama dari sisi stabilitas dan pertumbuhan.
Di tengah ketidakpastian global dan eskalasi ekonomi dunia, pemerintah menilai stabilitas ekonomi nasional masih tetap terjaga. Bahkan, sejumlah indikator menunjukkan bahwa kondisi ekonomi RI 2026 berada dalam fase yang cukup kuat dan resilien.
Indikator Ekonomi Tunjukkan Tren Positif
Purbaya memaparkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif, dengan angka 50,1 hingga Maret 2025. Ini menandakan aktivitas industri masih tumbuh dan stabil.
Selain itu, inflasi tercatat tetap terkendali di level 3,48% hingga Maret 2026. Sementara itu, uang beredar (M0) tumbuh hingga 19,2% pada pekan ketiga Maret 2026, menunjukkan likuiditas yang tetap terjaga di pasar.
Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit mencapai 9,4% per Februari 2026, dengan kredit investasi tumbuh signifikan sebesar 20,7% secara tahunan (year-on-year). Hal ini menjadi sinyal positif terhadap aktivitas investasi dan ekspansi bisnis di dalam negeri.
Surplus Perdagangan dan Cadangan Devisa Menguat
Neraca perdagangan Indonesia juga terus mencatatkan surplus selama 70 bulan berturut-turut, dengan capaian terbaru sebesar US$1,3 miliar. Kondisi ini turut memperkuat cadangan devisa Indonesia yang kini berada di level US$151,9 miliar.
Dari sisi konsumsi masyarakat, Mandiri Spending Index (MSI) meningkat ke level 360,7 pada Februari 2026. Sementara itu, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) yang mencerminkan aktivitas sektor riil juga tumbuh 6,9%.
Daya Beli Masyarakat Pulih
Peningkatan daya beli masyarakat juga tercermin dari penjualan barang tahan lama. Penjualan mobil tumbuh 12,2% secara tahunan hingga Februari 2026, sementara penjualan semen naik 5,3%.
Meski penjualan motor sempat mengalami penurunan, secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif. Purbaya bahkan menilai adanya pergeseran preferensi konsumen, dari kendaraan roda dua ke roda empat, sebagai indikasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Resilien
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis bahwa ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang stabil meski di tengah tekanan global.
Ketahanan ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan menghadapi tantangan global ke depan.

















































































































































































































































































































































































































