Iran Tetapkan Syarat Kapal yang Ingin Lewat Selat Hormuz

Foto: Unsplash/@scottywatty
Iran menyatakan akan memberikan akses bagi kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, namun dengan syarat tertentu di tengah meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa negara yang kapalnya ingin melintas di jalur strategis tersebut harus mengambil langkah politik tertentu terkait hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pernyataan yang disampaikan melalui televisi pemerintah Iran, negara-negara yang ingin mendapatkan akses bebas di Selat Hormuz diminta untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.
Jika syarat tersebut dipenuhi, Iran menyatakan kapal dari negara tersebut dapat melewati Selat Hormuz tanpa hambatan.
Selat Hormuz Jalur Penting Perdagangan Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara.
Diperkirakan sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz setiap harinya. Oleh karena itu, setiap ketegangan di kawasan ini dapat langsung memengaruhi pasar energi global.
Diperkirakan sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati Selat Hormuz setiap harinya. Oleh karena itu, setiap ketegangan di kawasan ini dapat langsung memengaruhi pasar energi global.
Konflik Timur Tengah Picu Ketegangan Baru
Ketegangan meningkat setelah serangan udara besar yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari 2026.
Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer di kawasan Teluk yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Situasi ini membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia karena potensi gangguan terhadap distribusi energi global.
Harga Minyak Dunia Ikut Terdampak
Ketidakpastian di kawasan Timur Tengah juga berdampak langsung pada pasar energi internasional. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak hingga menembus lebih dari US$100 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan terus meningkat atau Selat Hormuz benar-benar tertutup dalam jangka panjang, dampaknya dapat meluas ke sektor ekonomi global.




















































































































































































































































































































































































